semua hanyalah timbunan kata-kata, yang alih-alih memperkaya pemahaman, malah menjebak makna dalam aksara

Thursday, April 30, 2009

Ngantuk Melulu

Diklat sudah tersisa seminggu
saya mulai dihinggapi penyakit lesu
ngantuk melulu

kepala mengangguk-angguk bukan karena ngerti
tapi karena kepala kehilangan kesadaran
entah kemana

tertidur di forum menjadi rutinitas
untung aku duduk di belakang...

uh menyedihkan
gimana bisa mengerti materi?

pasrah pada keadaan
nampaknya aku harus ikhlas
bahwa aku kehilangan konsentrasi...

Monday, April 20, 2009

lagi diklatmenikmati dengan terpaksa

sekarang aku menjalani hari-hari yang sungguh melelahkan
biasanya saya yang ceramahi orang di diklat
sekarang saya yang jadi "korban"

ternyata tidak enak betul jadi peserta diklat
itu kalau instruktur/widyaiswaranya
punya kemampuan pas-pasan mengelola forum

mana materinya membosankan
ditambah denganc ara membawakan materinya yang monoton
tak ada game, ice breaker

yang ada paling slide lucu untuk ngusir ngantuk
tapi aku pikir jauh dari maksimal.

yah.. tapi biarlah
kucoba menikmati denanterpaksa tentunya.

hehehehehe...

Tuesday, March 03, 2009

masih tentang apel pagi

ternyata keresahan tentang apel pagi bukan hanya keresahan saya secara pribadi. hal ini terungkap kemarin siang, pas selesai shalat dhuhur di mushalla kantor. sambil merebahkan punggung yang tegang, kami bertukar cerita ringan selepas sholat.

dari bisik-bisik menanti berakhirnya waktu istirahat siang, terungkap kalau ternyata pelaksanaan apel pagi menimbulkan keresahan yang massif. dengan sedikit memancing, saya melempar tanya “apa korelasi positif antara apel pagi dengan produktivitas?”

respon pegawai yang ada di musholla, baik pegawai senior maupun yang junior bersepakat mengatakan “tidak ada”. nah loh?

“sepanjang saya jadi pns, belum ada yang dapat sanksi hanya karena tidak hadir apel pagi”, demikian celetuk pak mh, yang disambut dengan ketawa terkekeh dari yang lain.

saya kemudian menyampaikan harapanku tentang apel pagi yang menarik. setelah itu pak mi mengomentari bahwa dia juga merasa tidak signifikannya pelaksanaan apel akhir-akhir ini dengan produktivitas, menurutnya “apel pagi kan untuk mengukur sejauhmana kekuatan personil kantor kita pada hari itu”.

tapi tiba-tiba, pak mh nyeletuk lagi, “jangankan apel pagi, menunggak memasukkan lhp saja, tidak membuat seseorang tidak ditugaskan memeriksa.” wah..wah..wah.. makin seru nih…

saya menimpali, “sebenarnya lhp lebih signifikan untuk dijadikan sebagai ukuran produktivitas, bukannya absensi apel pagi kan?”

“itu ibaratnya memperjuangkan sesuatu yang sebenarnya tidak penting!” kembali pak mh berbicara yang disambut dengan derai tawa yang lain.

cerita ngalor-ngidul masih terus mengalir sampai waktu istirahat berakhir. sebagian pegawai bergegas kembali masuk ruangan, sebagian lagi beranjak mencari makan siang di kantin, sedangkan saya sendiri masih terbaring malas-malasan di mushalla.